Rabu, 26 Juni 2013
MAKALAH PENYSUTAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesaat saat ini. Namun ini tidak dapat dijadikan sebuah bahan acauan bahwa sistem perekonomiian atau pembangunan di Indonesia sudah baik dan merata. Berbicara masalah penysutan kita tidak akan lepas dari masalah ekonomi di didunia terkhusus di Indonesia sendiri. Di Indonesia sendiri sudah tidak asiin g lagi sering kita mendengar tentang punysutan baik itu dalam kontek pemerintahan mapun dalam konteks swasta. Tetapi masalah terbesar sampai sekrang ini kita belum mengetahuai tentang apakkah yang dimaksud dengan penyusutan dan bagaimanakah penerapanya, ini merupakan sebuah masalh yang akan kita kaji bersama di dalam makalah ini.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalh ditas maka dapat dirumuskan
1. Apakah yang dimaksud dengan penysutan?
2. Bagaimanakah metode penysutan
3. Bagaimana kondisi perekonomian indonesia yang menyangku malasah penysutan?
B. TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui pengertian dan ruang lingkup penysutan
2. Mampu menerapka dan memahi metode penerapan penysutan.
3. Mengetahui kondisi perekonimian Indonesia
C. MANFAAT
Manfaat dari penulisan makalah ini adalag agar penulis dan pembaca bisa memehasi sedikit banyaknya tentang penysutan dan di harapakn mampu menerapakannya guna untuk bersaing di dunia kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. LANDASAN TEORI
Penyusutan atau Depresiasi adalah proses pengalokasian harga perolehan (cost) aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaat (life) dengan cara rasional dan sistematis. Karena Aktiva tetap (kecuali tanah) yang digunakan akan cenderung semakin menurun baik fisik maupun fungsinya. Akuntansi Penyusutan adalah suatu sistem akuntansi yang bertujuan memberikan harga atau nilai dasar (cost) dari aktiva tetap berwujud, dikurangi dgn nilai sisa/residu (salvage) selama masa manfaat (life) aktiva tersebut. Sehingga pada bahasan modul kali ini akan membahas faktor yang menentukan penyusutan, metode penyusutan, dan penerapan fungsi dan rumus untuk menghitung penyusutan aktiva. Pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun harus dibebankan sebagai biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dengan cara mengalokasikan pengeluaran tersebut selama masa manfaat harta tersebut melalui penyusutan. Yang dimaksud dengan pengeluaran untuk memperoleh tanah hak guna bangunan, hak guna usaha dan hak pakai yang pertama kali adalah biaya perolehan tanah berstatus hak guna bangunan, hak guna usaha atau hak pakai dari pihak ketiga dan pengurusan hak-hak tersebut dari instansi yang berwenang untuk pertama kalinya. Sedangkan biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha dan hak pakai diamortisasikan selama jangka waktu hak-hak tersebut.
B. PEMBAHASAN
1. Masalah penyusutan tidak begitu saja ada dan berlaku di kalangan para ekonom. Tetapi itu diatur di dalam perundang-undangan seperti dibawah ini:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan (Pasal 11 dan Pasal 11A).
2. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 521/KMK.04/2000 Tentang Jenis-Jenis Harta Yang Termasuk Dalam Kelompok Harta Berwujud Untuk Keperluan Penyusutan Bagi Kontraktor Yang Melakukan Eksplorasi Dan Eksploitasi Minyak Dan Gas Bumi Dalam Rangka Kontrak Bagi Hasil Dengan Perusahaan Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Negara (Pertamina)
3. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 138/KMK.03/2002 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 520/KMK.04/2000 Tentang Jenis-Jenis Harta Yang Termasuk Dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan Untuk Keperluan Penyusutan
4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP - 520/PJ./2002 Tentang Jenis-Jenis Harta Yang Dipergunakan Dalam Usaha Jasa Telekomunikasi Seluler Yang Termasuk Dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan Untuk Keperluan Penyusutan
5. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 09/PJ.31/2002 Tentang Pengantar Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-520/PJ./2002 Tanggal 11 Desember 2002 Tentang Jenis-Jenis Harta Yang Dipergunakan Dalam Usaha Jasa Telekomunikasi Seluler Yang Termasuk Dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan Untuk Keperluan Penyusutan
6. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP - 220/PJ./2002 Tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler Dan Kendaraan Perusahaan
7. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 07/PJ.42/2002 Tentang Penghitungan Penyusutan Atas Komputer, Printer, Scanner Dan Sejenisnya
8. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 09/PJ.42/2002 Tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler Dan Kendaraan Perusahaan
2. Pengertian penyusutan atau depresiasi menurut Zaki Baridwan, (2004:305) adalah sebagai berikut “ depresiasi adalah sebagian dari harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya stai periode akuntansi”. Menurut PSAK No. 17 (2004.17.1) pengertian penyusutan (depresiasi) adalah sebagai berikut: “Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung”. Aktiva yang dapat disusutkan adalah aktiva yang:
a. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode
b. Memiliki suatu manfaat yang terbatas
c. Ditahan oleh suatu perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau memasok barang dan jasa, untuk disewakan atau untuk tujuan administrasi.
Menurut Sofyan Harahap (1999:53) yang dimaksud dengan penyusutan adlah: “ Pengalokasian harga pokok aktiva tetap selama masa penggunaanya atau dapat juga kita sebut sebagai biaya dibebankan terhadap produksi akibat pengunaan aktiva tetap itu dalam prose produksi”. Penting bagi kita untuk memperhatikan akuntansi penyusutan terhadap akuntansi tetap, karena penyusutan merupakan pengalokasian biaya. Karena kesalahan dalam pengalokasian biaya akan mempengaruhi perhitungan laba rugi. Aktiva yang dapat disusutkan adalah aktiva yang diharapkan untuk digunakan dalam proses produksi atau memasok barang dan jasa, untuk disewakan, atau untuk tujuan administrasi. Jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) adalah biaya perolehan suatu aktiva atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya dalam laporan keuangan dikurangi dengan nilai sisanya.
Faktor-faktor yang dapat menentukan beban penyusutan adalah:
a. Harga pokok atau perolehan Adalah jumlaah uang atau yang dapat disetarakan dengan uang yang dikeluarkan untuk memperoleh suatu aktiva yang diperlukan.
b. Nilai residu atau nilai sisa Adalah jumlah yang dapat diterima jika kativa tetap tersebut dijual, ditukar atau cara lain ketika aktiva tetap tersebut sudah tidak digunakan dikurangi biaya yang terjadi saat menjual atau menukar.
c. Umur teknis atau manfaat Adalah taksiran jangka waktu atau periode dimana perusahaan dapat memanfaatkan aktiva tetap tersebut. Masa manfaat aktiva tetap dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor fisik dan faktor fungsional. Faktor fisik adalah faktor yang mengurangi fungsi dari aktiva tetap. Sedangkan faktor fungsional yaitu faktor yang membatasi umur dari aktiva tetap.
METODE PENYUSUTAN
Metode Penyusutan harus mencerminkan pola pemanfaatan keekonomian aktiva oleh Perusahaan (koperasi). Dimana suatu perusahaan (koperasi) dapat memilih salah satu dari beberapa metode penyusutan sepanjang diterapkan secara konsisten dengan pertimbangan perpajakan untuk dapat menyediakan daya banding hasil operasi dari periode ke periode.
Microsoft Excel memiliki beberapa fungsi untuk menghitung penyusutan aktiva, antara lain : Metode Garis Lurus / Stright Line Method ( SLN ) Dimana beban penyusutan dengan metode garis lurus (Stright Line Method) dari suatu aktiva di tiap periode selama masa manfaat jumlahnya adalah sama besar. Dimana dengan cara manual dapat kita hitung dengan rumus sbb: Beban Penyusutan = (harga Peroleh – Nilai Sisa) / Umur Ekonomis Dengan Menggunakan rumus Fungsi pada MS. Excel adalah sbb: = SLN (Cost;salvage;life) Metode Jumlah Angka tahun / Sum of the Year Method (SYD) Metode ini akan menghasilkan beban penyusutan pada taghun pertama lebih besar dari tahun berikutnya, atau dari tahun ke tahun semakin menurun. Hal ini didasarkan pada anggapan yang menyatakan bahwa aktiva yang baru lebih efisien jika dibandingkan dengan aktiva yang dipakai lebih dahulu.
Dengan Menggunakan rumus Fungsi pada MS. Excel adalah sbb: =SYD(cost;salvage;life;periode)
Ket : Periode : adalah periode dimana beban penyusutan yang dicari Metode Saldo Menurun / Declining Balance (DB) Akan menghasilkan beban penyusutan secara periodik berdasarkan pada nilai buku aktiva. Dengan Menggunakan rumus Fungsi pada MS. Excel adalah sbb: =DB(cost;salvage;life;periode;month) Metode Saldo Menurun ganda / Double Declining Balance (DDB) Penentuan tarif penyusutan dengan Saldo Menurun Ganda yang sering digunakan adalah tarif metode garis lurus yang besarnya selalu tetap dikalikan dua. Dengan Menggunakan rumus Fungsi pada MS. Excel adalah sbb: =DDB(cost;salvage;life;periode;factor) Metode Jam Jasa / Service Hours Method Perhitungan penyusutan dengan metode ini didasarkan dengan anggapan bahwa aktiva (terutama mesin) akan cepat rusak jika dipakai secara full time daripada part time. Rumus yang digunakan pada metode ini adalah : Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Sisa) / Taksiran jam jasa
Satuan Hasil Produksi / Productive output method Dalam penggunaan metode ini, umur kegunaan aktiva ditaksir dengan jumlah unit produksi yang dihasilkan selama masa manfaat. Rumus yang digunakan pada metode ini adalah :
Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Sisa) / Taksiran hasil produksi
Gabungan / Composite Digunakan untuk menggabungkan beberapa macam aktiva dengan harga perolehan, masa manfaat dan nilai sisa yang berbeda.
Cara untuk metode ini adalah :
A. Menentukan Umur gabungan aktiva dengan rumus : Umur Gabungan = (NilaiDepr.Gabungan/Depr.Gabungan per Tahun) X 1 thn
B. Menentukan tarif penyusutan gabungan dengan rumus : Tarif Gabungan = (Depr.Gabungan per Tahun / Harga Perolehan Gabungan) X 100%
. Metode penyusutan yang digunakan untuk menyusutkan aktiva tetap. Jumlah aktiva yang dapt disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama masa manfaat aktiva dengan berbagai metode yang sistematis dan rasional. Metode manapun yang dipilih harus digunakan secara konsisten, tanpa memandang tingkat probabilitas perusahaan dan pertimbangan perpajakan. Hal ini dilakukan agar dapat menyediakan daya hasil banding hasil operasi perusahaan dari periode ke periode. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban penyusutan. Untuk dapat memilih salah satu metode perlu dipertimbangkan keadaan-keadaan yang mempengaruhi aktiva tersebut. Dari sekian banyak metode penyusutan yang umum dipergunakan adalah sebagai berikut.
a. Metode garis lurus (Straight Line Method) Metode ini merupakan suatu bentuk perhitungan beban penyusutan untuk aktiva tetap, dimana besarnya beban penyusutan ditentukan sama setiap tahunnya, tidak menghiraukan kegiatan dalam periode tersebut. Metode gari lurus sebaiknya digunakan untuk menghitung penyusutan aktiva tetap seperti gedung, mebel, ala-alat kantor, dan lain-lain.
Beban penyusutan pertahun = Harga Peroelehan – Nilai Residu
Taksiran Masa Manfaat (tahun) Definisi dan Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Pengertian penyusutan atau depresiasi menurut Zaki Baridwan, (2004:305) adalah sebagai berikut “ depresiasi adalah sebagian dari harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya stai periode akuntansi”.
Menurut PSAK No. 17 (2004.17.1) pengertian penyusutan (depresiasi) adalah sebagai berikut: “Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung”.
Aktiva yang dapat disusutkan adalah aktiva yang:
a. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode
b. Memiliki suatu manfaat yang terbatas
c. Ditahan oleh suatu perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau memasok barang dan jasa, untuk disewakan atau untuk tujuan administrasi.
Menurut Sofyan Harahap (1999:53) yang dimaksud dengan penyusutan adlah: “ Pengalokasian harga pokok aktiva tetap selama masa penggunaanya atau dapat juga kita sebut sebagai biaya dibebankan terhadap produksi akibat pengunaan aktiva tetap itu dalam prose produksi”. Penting bagi kita untuk memperhatikan akuntansi penyusutan terhadap akuntansi tetap, karena penyusutan merupakan pengalokasian biaya. Karena kesalahan dalam pengalokasian biaya akan mempengaruhi perhitungan laba rugi. Aktiva yang dapat disusutkan adalah aktiva yang diharapkan untuk digunakan dalam proses produksi atau memasok barang dan jasa, untuk disewakan, atau untuk tujuan administrasi. Jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) adalah biaya perolehan suatu aktiva atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya dalam laporan keuangan dikurangi dengan nilai sisanya.
Faktor-faktor yang dapat menentukan beban penyusutan adalah:
a. Harga pokok atau perolehan Adalah jumlaah uang atau yang dapat disetarakan dengan uang yang dikeluarkan untuk memperoleh suatu aktiva yang diperlukan.
b. Nilai residu atau nilai sisa Adalah jumlah yang dapat diterima jika kativa tetap tersebut dijual, ditukar atau cara lain ketika aktiva tetap tersebut sudah tidak digunakan dikurangi biaya yang terjadi saat menjual atau menukar.
c. Umur teknis atau manfaat Adalah taksiran jangka waktu atau periode dimana perusahaan dapat memanfaatkan aktiva tetap tersebut. Masa manfaat aktiva tetap dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor fisik dan faktor fungsional. Faktor fisik adalah faktor yang mengurangi fungsi dari aktiva tetap. Sedangkan faktor fungsional yaitu faktor yang membatasi umur dari aktiva tetap.
3. Metode penyusutan yang digunakan untuk menyusutkan aktiva tetap.
Jumlah aktiva yang dapt disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama masa manfaat aktiva dengan berbagai metode yang sistematis dan rasional. Metode manapun yang dipilih harus digunakan secara konsisten, tanpa memandang tingkat probabilitas perusahaan dan pertimbangan perpajakan. Hal ini dilakukan agar dapat menyediakan daya hasil banding hasil operasi perusahaan dari periode ke periode.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban penyusutan. Untuk dapat memilih salah satu metode perlu dipertimbangkan keadaan-keadaan yang mempengaruhi aktiva tersebut. Dari sekian banyak metode penyusutan yang umum dipergunakan adalah sebagai berikut.
a. Metode garis lurus (Straight Line Method) Metode ini merupakan suatu bentuk perhitungan beban penyusutan untuk aktiva tetap, dimana besarnya beban penyusutan ditentukan sama setiap tahunnya, tidak menghiraukan kegiatan dalam periode tersebut.
b. Metode garis lurus sebaiknya digunakan untuk menghitung penyusutan aktiva tetap seperti gedung, mebel, ala-alat kantor, dan lain-lain. Beban penyusutan pertahun = Harga Peroelehan – Nilai Residu
Taksiran Masa Manfaat (tahun) Misalnya, sebuah aktiva tetap berupa mesin dibeli dengan harga perolehan Rp. 10.000.000,00 dengan nilai sisa (residu) sebesar Rp.2.000.000,00 dan umur ekonomisnya ditaksir selama 4 tahun.
Deperesiasi setiap tahunnya dihitung sebagai berikut. Deperesiasi = Rp.10.000.000,00 – Rp.2.000.000,00 4 Tahun = Rp.2.000.000,00
c. Metode Jumlah-Angka-Tahun ( sum- of the- year’s- digit method) Metode jumlah angka –tahun mengalokasikan penyusutan dengan mengalihkan biaya perolehan aktiva yang tersusutkan (Biaya perolehan- Nilai residu) dengan tariff penyusutan. Tarif penyusutan yang dipakai dengan metode jumlah angka tahun adalah fraksi (fraction) yang menjadi semakin kecil setiap tahunnya. Pembilang (numetor) fraksi, yang menurun tiap tahun, adalah jumlah tahun sisa manfaat aktiva pada awal tahun berjalan. Penyebut (denominator), yang besarnya selalu sama, adalah jumlah tahun yang menunjukkan masa manfaat aktiva. Rumus untuk menghitung beban penyusutan adalah sebagai berikut. Depresiasi = Biaya Perolehan x Periode Manfaat yang Tersisa Yang Tersusutkan Jumlah Angka Tahun
Dengan memakai contoh sebelumnya, jika mesin tadi mempunyai masa manfaat 4 tahun maka penyebutnya (jumlah-angka-tahun)ditentukan dengan cara menambahkan angka 4 + 3 + 2 + 1 Sehingga diperoleh jumlah 10. Rumus untuk menghitung penyebut adalah. Jumlah angka tahun = N (N+1)
2 Dimana n adalah masa manfaat aktiva yang dinyatakan dalam tahun. Untuk mesin yang masa manfaat 4 tahun, maka N = 4 sehingga jumlah angka tahunnya adalah 4(4+1)/2 = 10. fraksi untuk penyusutan setiap tahun akan menjadi:
*Tahun 1 2 2 2
*Fraksi Penyusutan 4/10 3/10 2/10 1/10
d. Metode Jam Jasa (Service Hours Method) Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa nilai aktiva tetap adalah sejumlah jam produksi sehingga taksiran umur aktiva tetap tergantung pada jumlah jam kerja produksi yang dipakai. Dalam hal ini beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan jam jasa atau pemakain.. beban depresiasi periodik besarnya akan sangat tergantung pada jam jasa yang dipakai/ digunakan. Untuk dapat menghitung beban depresiasi penyusutan dapat dihitung tarif depresiasi untuk tiap unit produk. Kemudian hasilnya dikalihkan dengan jumlah produk yang dihasilkan dalam periode tersebut. misalnya, mesin dengan harga perolehan Rp600.000,00 dengan nilai sia sebesar Rp.40.000,00 mesin ditaksir selama umur penggunaan akan mengasilkan 56.000 unit produk. Depresiasi per unit = Harga Perolehan – Nilai Sisa Taksiran Hasil Produksi (unit) = Rp. 600.000,00 – Rp.40.000,00 56.000 unit = Rp.10,00 Apabila dalam tahun penggunaan pertama, mesin tersebut menghasilkan 18.000 unit produk, maka beban depresiasi untuk tahu itu adalah 18.000 x Rp. 10,00 = Rp.180.000,00.
4. Kondisi perkonomian Indonesia
Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat luas yang akan sember daya alam dan sumber daya manusia. Tetapi, mekasnisme ataupun sistwm yang berlaku di Indonesia itu berbanding terbalik dengan apa yang di miliki Indonesia. Disini kita dapat melihat pada perpektif penysutan yang dimana saat ini teradi sebuah keracaun akan implementasi dari metode penysutan khususnya pada kalang pemerintah. Ini berarti bahwa perekonomian Indonesia saat ini jalan di tempat atau bahkanmungkin suatu saat akan mengalami kemunduran. Era reformasi juga menjadi sebuag penyebab terjadinya keterpurukan sistem perekonomian Indonesia yang dimana ere ini mejadi panggung pilitik pecucian uang bagi kalangan yang memiliki otoriter. Sebenarnya ada sangat banyak polemik-polemik yang terjadi pada sestem perekonomian Indonesia.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas maka dapa dibuat kesimpulan sederhana bahwa sanya metode penysutan dalam konteks ilmu ekonomi khususnya matematika keuangan itu sangatlah penting karena dengan memehami hal ini maka kita dapat meminimalisir yang manamnya kerugian dalam hal ivestasi ataupun yang semcamnya.
B. SARAN
Saran dari penulis kepada pembaca agar sekiranya lebih memperbanya reversi dari berbagai sumber, karena dalam makalah banyak sekali kekurangan. Tapi ini saya harapkan menjadi bahan acuan untuk kemudian lebih memperbanyak lagi reversi kiat semua.
DAFTAR PUSTAKA
wistonmanihuruk.blogspot.com/2011/03/penyusutan-dan-amortisasi_23.html
www.ksap.org/Buletin/bultek0
ml.scribd.com/doc/13771059/Matematika-Keuangan-PENYUSUTAN-Indra
audisindo.blogspot.com/2009/08/penyusutan.html
butterfly-tye.blogspot.com/2009/11/penyusutan-atau-depresiasi
mara04sweet.wordpress.com/2010/12/11/macam-macam-metode-penyusutan
www.google.com
wikipedia
STATISTIK
Tugas statistik
Diketaui data sebagai berikut:
73 77 59 90 66 82 77 77 82
84 92 70 92 90 73 77 73 83
50 84 74 64 70 76 81 81 86
77 59 77 77 70 67 70
Penyelesaian:
50 59 59 64 66 67 70 70 70
70 73 73 73 74 76 77 77 77
77 77 77 77 81 81 82 82 83
84 84 86 90 90 92 92
1. Tabel distribusi frekuensi
• R = data tertinggi ‒ data terendah
= 92‒50
= 42
• BK = 1+3,3 log n
= 1+3,3 log 34
= 6
• P = rentang / banyak kelas
P = 42/6
= 7
• UBK interval pertama = 50
50 + 7 – 1 = 56
57 + 7 – 1 = 63
64 + 7 – 1 = 70
71 + 7 – 1 = 77
78 + 7 – 1 = 84
85 + 7 – 1 = 91
92 + 7 – 1 = 98
Nilai Tabulasi Frekuensi
50 – 56 I 1
57 – 63 II 2
64 – 70 IIII III
8
71 – 77 IIII IIII II
12
78 – 84 IIII I
6
85 – 91 III 3
28 – 98 II 2
34
• Tabel distribusi frekuensi untuk nilai DP3
Nilai DP3 F
50 – 56 1
57 – 63 2
64 – 70 8
71 – 77 12
78 – 84 6
85 – 91 3
92 – 98 2
34
2. Tabel distribusi frekuensi relatif
Tabel 1
Nilai DP3 f (%)
50 – 56 2,94
57 – 63 5,88
64 – 70 23,52
71 – 77 35,29
78 – 84 17,64
85 – 91 8,81
92 – 98 5,88
100,00
Tabel 2
Nilai DP3 f abs f rel
50 – 56 1 2,94
57 – 63 2 5,88
64 – 70 8 23,52
71 – 77 12 35,29
78 – 84 6 17,64
85 – 91 3 8,81
28 – 98 2 5,88
34 100,00
3. Tabel distribusi frekuensi komulatif
Tabel 1
Tabel distribusi frekuensi Komulatif kurang dari untuk nilai DP3
Nilai DP3 f kum
Kurang dari 50 0
Kurang dari 57 1
Kurang dari 64 3
Kurang dari 71 10
Kurang dari 78 22
Kurang dari 85 29
Kurang dari 92 32
Kurang dari 99 34
Tabel 2
Distribusi Frekuensi kumulatif atau lebih Untuk Nilai DP3
Nilai DP3 f kum
50 atau lebih 34
57 atau lebih 33
64 atau lebih 31
71 atau lebih 24
78 atau lebih 12
85 atau lebih 5
92 atau lebih 2
4. Tabel distribusi frekuensi kumulatif relatif
Tabel 1
Distribusi Frekuensi kumulatif relatif kurang dari Untuk Nilai DP3
Nilai DP3 f kum (%)
Kurang dari 50 0
Kurang dari 57 2,94
Kurang dari 64 8,82
Kurang dari 71 29,41
Kurang dari 78 64,71
Kurang dari 85 85,29
Kurang dari 92 94,12
Kurang dari 99 100
Tabel 2
Distribusi Frekuensi kumulatif relatif atau lebih Untuk Nilai DP3
Nilai DP3 f kum (%)
50 atau lebih 100
57 atau lebih 97,06
64 atau lebih 91,18
71 atau lebih 70,59
78 atau lebih 35,29
85 atau lebih 14,71
92 atau lebih 5,88
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Disusun guna untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Statistik
Dosen pengajar: Abdul Hafid Burhami, S.E.,M.M
Agus salim
(1261201140)
MAKALAH PEREKONOMIAN TERBUKA
PEREKONOMIAN TERBUKA
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Teori Ekonomi Makro
Oleh:
PROGRAM STUDI MAJEMEN KEUNGAN
SEKOLAH TINGI ILMU NANAJEMEN YAPIM MAROS
2013/2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................
BAB I PENDAHULUAN.....................................................
A. Latar Belakang Masalah.......................................
B. Rumusan Masalah.................................................
C. Tujuan Penulisan Makalah....................................
D. Manfaat Penulisan Makalah..................................
BAB II PEMBAHASAN...................................................
A. Landasan Teori.......................................................
B. Pembahasan.........................................................
BAB III PENUTUP..........................................................
A. Kesimpulan........................................................
B. Saran.................................................................
DAFTAR PUSTAKA........................................................
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan pengerjaan makalah yang berjudul ”PEREKONOMIAN TERBUKA”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas ilmu manajemen.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Kami sebagai penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Maros, 28 Mei 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perekonomian dunia adalah perekonomian terbuka yaitu mengekspor barang dan jasa dari luar negeri ,serta meminjam dan memberi pinjaman pada pasar modal dunia.Memberi pengertian mengenai pentingnya interaksi internasional dengan menunjukan persentase ekspor dan impor dalam GDP untuk tujuh negara industri utama.
Arus Modal dan Barang Internasional
Perbedan makroekonomi yang penting antara perekonomian terbuka dan perekonomian tertutup adalah bahwa, dalam perekonomian terbuka,pengeluaran suatu negara selama satu tahun tertentu tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa.
Peran Ekspor Netto
Perhatikanlah pengeluaran atas output barang dan jasa dalam suatu perekonomian. Dalam perekonomian tertutup, seluruh output di jual di pasar domestik, dan pengeluaran dibagi menjadi tiga komponen: konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.
Arus Modal Internasional dan Neraca Perdagangan
Dalam perekonomian terbuka, seperti dalam perekonomian tertutup pasar uang dan pasar barang sangatlah terkait untuk melihat hubungan ini kita harus menulis kembali identitas perhitungan pendapatan nasional dalam bentuk tabungan investasi. Dimulai dengan identitas
Y= C + I + G + NX.
Kurangi C dan G dari kedua sisi untuk mendapatkan
Y – C – G = I + NX.
Ingat bahwa Y – C – G adalah tabungan nasional S, jumlah tabungan perseorangan, Y – T – C, dan tabungan masyarakat , T – G, di mana T adalah pajak.
S = I + NX
Dengan mengurangi I dari kedua sisi persamaan tersebut, kita bisa menulis identitas perhitungan pendapatan nasional sebagai
S – I = NX
a. Nama lain untuk ekspor neto adalah neraca perdagangan (trade balance), karena menunjukkan bagaimana perdagangan barang dan jasa melenceng dari tolok ukur kesamaan ekspor dan impor.
b. Sisi sebelah kiri dari identitas itu adalah selisih antara tabungan domestik dan investasi domestik, S – I, yang disebut harus modal keluar neto, (net capital outflow). (Terkadang disebut juga investasi asing neto [net foreign investment]). Arus modal keluar neto adalah jumlah dana yang dipinjamkan oleh penduduk domestik keluar negeri dikurangi dengan jumlah dana yang dipinjamkan orang asing kepada kita.
c. Tabungan dan Investasi dalam Perekonomian Terbuka Kecil
d. Sejauh ini dalam diskusi tentang arus barang dan modal internasional, kita telah menyusun kembali identitas akuntasi. Yaitu dengan mendefinisikan variabel-variabel yang menentukan terjadinya transaksi dalam perekonomian terbuka, dan kita telah menunjukkan keterkaitan antara variabel-variabel tersebut sesuai dengan definisinya.
B. Rumusan masalah
1 Bagaimana menyelesaikan masalah seluruh out put dijual dipasar domestik
2 Apa perbedan arus modal internasional dan neraca perdagangan
3 Mengapa mengasumsikan perekonomian terbuka kecil
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sebagai berikut:
1 Untuk mengetahui perbedan perekonomian tebuka dan tertutup
2 Untuk mengetahui proses pasar perekonomian domestik
3 Mengetahui kurs dan berbagai faktor penentuannya
D. Manfaat penulisan
Manfaat dari penulisan makakalah ini sayang jelas sebagai bahan referensi mahasiswa guna untuk diimplementasikan di dunia kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PEREKONOMIAN TERBUKA
Definisi perekonomian terbuka
Perekonomian terbuka yaitu mengekspor barang dan jasa dari luar negeri ,serta meminjam dan memberi pinjaman pada pasar modal dunia. Memberi pengertian mengenai pentingnya interaksi internasional dengan menunjukan persentase ekspor dan impor dalam GDP untuk tujuh negara industri utama.
a. Arus Modal dan Barang Internasional
Perbedan makroekonomi yang penting antara perekonomian terbuka dan perekonomian tertutup adalah bahwa, dalam perekonomian terbuka, pengeluaran suatu negara selama satu tahun tertentu tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa.
b. Peran Ekspor Netto
Perhatikanlah pengeluaran atas out put barang dan jasa dalam suatu perekonomian. Dalam perekonomian tertutup, seluruh output di jual di pasar domestik, dan pengeluaran dibagi menjadi tiga komponen: konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.
Penentu Ekspor dan Impor
Untuk dapat menggambarkan dan menentukan keseimbangan dalam perekonomian terbuka, perlulah terlebih dahulu dimengerti ciri – ciri dari ekspor dan impor. Untuk mengetahui ciri – ciri tersebut perlulah dilihat faktor – faktor penting yang akan mempengaruhi ekspor dan impor suatu negara. Kedua hal tersebut diterangkan dalam uraian berikut.
Faktor – faktor yang menentukan Ekspor
Sejauh manakah sesuatu negara akan mengekspor barang – barang yang diproduksikannya?. Banyak faktor yang akan menentukan hal ini dan pada dasarnya kepentingan ekspor disuatu negara selalu berbeda dengan negara lain. Disebagian negara ekspor sangat penting, yaitu meliputi bagian yang cukup besar dari pendapatan nasional. Akan tetapi disebagian negara lain peranannya relatif kecil.
Sesuatu negara dapat mengekspor barang produksinya ke negara lain apabila barang tersebut diperlukan negara lain dan mereka tidak dapat memproduksi barang tersebut atau produksinya tidak dapat memenuhi keperluan dalam negeri. Walau bagaimanapun faktor di atas bukanlah faktor yang terpenting yang menentukan ekspor suatu negara. Faktor yang lebih penting lagi adalah kemampuan dari negara tersebut untuk mengeluarkan barang – barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar negeri. Maksudnya, mutu dan harga barang yang diekspor tersebut haruslah paling sedikit sama baiknya dengan yang diperjualbelikan dalam pasaran luar negeri. Cita rasa masyarakat di luar negeri terhadap barang yang dapat diekspor ke luar negara sangat penting peranannya dalam menentukan ekspor suatu negara. Secara umum boleh dikatakan bahwa semakin banyak jenis barang yang mempunyai keistimewaan yang sedemikian yang dihasilkan oleh sesuatu negara, semakin banyak ekspor yang dapat dilakukan.
Pendapatan nasional dianggap bukan penentu penting dari ekspor suatu negara. Ekspor akan secara langsung mempengaruhi pendapatan nasional. Akan tetapi hubungan yang sebaiknya tidak berlaku, yaitu kenaikan pendapatan nasional belum tentu menaikkan ekspor oleh karena pendapatan nasional dapat mengalami kenaikan sebagai akibat kenaikan pengeluaran rumah tangga, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan penggantian barang impor dengan barang buatan dalam negeri.
Ciri yang baru diterangkan ini menyebabkan ekspor dipandang sebagai pengeluaran otonomi – yaitu seperti yang diterangkan sebelumnya, adalah pengeluaran yang besarnya tidak tergantung kepada pendapatan nasional.
Faktor – faktor yang menentukan Impor
Dalam gambar sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka diatas ditunjukkan bahwa hanya rumah tangga yang membeli barang – barang dari luar negara. Dalam praktiknya tidaklah demikian, barang buatan luar negeri juga diimpor oleh sektor lain, yaitu oleh perusahaan dan pemerintah. Perusahaan mengimpor bahan mentah dan barang modal dari luar negeri. Pemerintah juga melakukan hal yang sama, yaitu pemerintah menggunakan barang konsumsi dan barang modal yang di impor. Walau bagaimanapun dalam analisis makroekonomi diasumsikan bahwa impor terutama dilakukan oleh rumah tangga. Maka fungsi impor sangat berhubungan dengan pendapatan nasional. Yang dimaksudkan dengan fungsi impor adalah kurva yang menggambarkan hubungan di antara nilai impor yang dilakukan dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional yang dicapai. Seperti telah dinyatakan impor adalah pengeluaran terpengaruh yang berarti semakin tinggi pendapatan nasional maka semakin tinggi pula impor.
c. Arus Modal Internasional dan Neraca Perdagangan
Dalam perekonomian terbuka, seperti dalam perekonomian tertutup pasar uang dan pasar barang sangatlah terkait untuk melihat hubungan ini kita harus menulis kembali identitas perhitungan pendapatan nasional dalam bentuk tabungan investasi. Dimulai dengan identitas
Y= C + I + G + NX.
Kurangi C dan G dari kedua sisi untuk mendapatkan
Y – C – G = I + NX.
Ingat bahwa Y – C – G adalah tabungan nasional S, jumlah tabungan perseorangan, Y – T – C, dan tabungan masyarakat , T – G, di mana T adalah pajak.
S = I + NX
Dengan mengurangi I dari kedua sisi persamaan tersebut, kita bisa menulis identitas perhitungan pendapatan nasional sebagai
S – I = NX
Nama lain untuk ekspor neto adalah neraca perdagangan (trade balance), karena menunjukkan bagaimana perdagangan barang dan jasa melenceng dari tolok ukur kesamaan ekspor dan impor.
Sisi sebelah kiri dari identitas itu adalah selisih antara tabungan domestik dan investasi domestik, S – I, yang disebut harus modal keluar neto, (net capital outflow). (Terkadang disebut juga investasi asing neto [net foreign investment]). Arus modal keluar neto adalah jumlah dana yang dipinjamkan oleh penduduk domestik keluar negeri dikurangi dengan jumlah dana yang dipinjamkan orang asing kepada kita.
d. Tabungan dan Investasi dalam Perekonomian Terbuka Kecil
Sejauh ini dalam diskusi tentang arus barang dan modal internasional, kita telah menyusun kembali identitas akuntasi. Yaitu dengan mendefinisikan variabel-variabel yang menentukan terjadinya transaksi dalam perekonomian terbuka, dan kita telah menunjukkan keterkaitan antara variabel-variabel tersebut sesuai dengan definisinya.
e. Mobilitas Modal dan Tingkat Bunga Dunia
Jika dalam modal ini tingkat bunga riil tidak ditentukan dari keseimbangan tabungan dan investasi, apa yang sebenarnya menentukan tingkat bunga riil? Kita jawab pertanyaan ini dengan memperhatikan kasus sederhana dari sebuah perekonomian terbuka kecil dengan mobilitas modal sempurna. Yang kita maksud dengan “kecil” di sini adalah bahwa perekonomian ini adalah bagian kecil dari pasar dunia dan, dengan sendirinya tidak memiliki dampak yang berarti terhadap tingkat bunga dunia.
f. Bagaimana Kebijakan Mempengaruhi Neraca Perdagangan
Kebijakan Fisiskal Dalam Negeri Pertama-tama, perhatikanlah apa yang terjadi pada perekonomian terbuka kecil jika pemerintah menambah pengeluaran domestik dengan meningkatkan belanja pemerintah. Kenaikan dalam G mengurangi tabungan nasional, karena S = Y – C – G. Dengan tingkat bunga riil dunia yang tidak berubah, investasi akan tetap sama. Karena itu, tabungan menjadi lebih kecil daripada investasi, dan sebagian investasi harus dibiayai dengan meminjam dari luar negeri.
Kebijakan Fisikal Luar Negeri perhatikanlah apa yang terjadi pada perekonomian terbuka kecil ketika negara lain meningkatkan belanja pemerintahnya. Jika negara lain ini adalah bagian kecil dari perekonomian dunia, maka perubahan fisikalnya tidak terlalu berpengaruh pada negara-negara lainnya. Namun jika negara lain ini merupakan bagian besar dari perekonomian dunia, kenaikan belanja pemerintahnya akan mengurangi tabungan dunia.
Pergeseran dalam Permintaan Investasi perhatikanlah apa yang terjadi pada perekonomian terbuka kecil kita jika investasi bergeser kearah kanan – yaitu, jika permintaan terhadap barang-barang investasi pada setiap tingkat bunga meningkat. Pergeseran ini akan menjadi jika, misalnya, pemerintah mengubah undang-undang perpajakan untuk mendorong investasi dengan memberikan kredit pajak investasi.
g. Mengevaluasi Kebijakan Ekonomi
Modal perekonomian terbuka kita menunjukkan bahwa arus barang dan jasa yang diukur oleh neraca perdagangan bisa dikaitkan dengan arus dana internasional untuk akumulasi modal. Arus modal keluar neto adalah selisih antara tabungan keluar domestik dan investasi domestik.
B. Keseimbangan ekonomi
Masalah Keseimbangan intern dan ekstern
dalam perekonomian terbuka, masalah ekonomi makro yang utama adalah bagaimana mencapai tingkat output full employment tanpa inflasi. Sasaran ini sering disebut dengan keseimbangan intern atau internal balance. Dalam perekonomian terbuka, disamping sasaran tersebut ada satu sasaran lain yang biasanya ingin pula dicapai yaitu neraca pembayaran yang seimbang, sasaran ini sering disebut dengan keseimbangan ekstern. Permasalahan dalam teori makro, yang berkaitan dengan sasaran keseimbangan intern dan ekstern yakni
a. Masalah ketidakserasian.
Dalam dunia klasik masalah ketidakserasian tidak timbul, karena baik secara intern maupun secara ekstern, perekonomian klasik menandung didalamnya mekanisme penyesuaian otomatis. Dan yang lebih penting lagi mekanisme penyesuaian internnya konsisten dengan mekanisme eksternnya. Kedua mekanisme tersebut saling bekerjasama, saling membantu untuk tercapainya sasaran keseimbangan intern dan ekstern.
Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Sebelum keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi terbuka diterangkan, terlebih dahulu akan ditunjukkan syarat keseimbangan dalam perekonomian terbuka. Bagian ini juga akan menerangkan dua hal berikut : ( i ) efek perubahan ekspor dan impor terhadap keseimbangan pendapatan, dan ( ii ) suatu contoh angka untuk menunjukkan keseimbangan dalam perekonomian terbuka dan perubahan keseimbangan tersebut.
Syarat Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan dimana ( i ) penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat, dan ( ii ) suntikan sama dengan bocoran. Uraian berikut akan menerangkan bagaimana keadaan tersebut tercapai dalam perekonomian terbuka.
Penawaran dan Pengeluaran Agregat dalam Perekonomian Terbuka
Dalam perekonomian terbuka barang dan jasa yang diperjualbelikan didalam negeri terdiri dari dua golongan barang : ( i ) yang diproduksi di dalam negeri dan meliputi pendapatan nasional ( Y ), dan ( ii ) yang di impor dari luar negeri. Dengan demikian dalam perekonomian terbuka penawaran agregat atau AS terdiri dari pendapatan nasional ( Y ) dan impor ( M ) dalam formula :
AS = Y + M
Uraian sebelum ini mengenai sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka telah menunjukkan bahwa agregat ( AE ) meliputi lima komponen berikut : pengeluaran rumah tangga ke atas barang produksi dalam negeri ( Cdn ), Investasi swasta ( I ), pengeluaran pemerintah ( G ), ekspor ( X ) dan pengeluaran ke atas impor ( M ) dalam formula :
AE = Cdn + I + G + X + M
Dalam gambar tersebut juga ditunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran barang dalam negeri dan pengeluaran ke atas barang impor. Maka dalam perekonomian terbuka berlaku persamaan berikut :
C = Cdn + M
Berdasarkan persamaan diatas, persamaan AE boleh disederhanakan menjadi :
AE = C + I + G + X
Dimana nilai C meliputi pengeluaran ke atas produksi dalam negeri dan barang yang di impor.
Dalam setiap perekonomian ( apakah ia terdiri dari dua sektor, tiga sektor atau empat sektor ) keseimbangan pendapatan nasional dicapai apabila penawaran agregat ( AS ) sama dengan pengeluaran agregat ( AE ). Dengan demikian, dalam perekonomian terbuka keseimbangan pendapatan nasional akan tercapai apabila :
Y + M = C + I + G + X
Atau :
Y = C + I + G + ( X – M )
Pengertian Multiplier
Multiplier didefinisikan sebagai angka yng menunjukkan perbandingan di antara pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan pengeluaran agregat. Multiplier dalam perekonomian terbuka adalah multiplier dalam perekonomian terbuka ( dan dalam ekonomi yang sebenarnya ) sama atau berbeda dengan multiplier dalam ekonomi tertutup.
Persamaan Multiplier Perekonomian Terbuka
Untuk menentukan formula multiplier dari perekonomian terbuka perlu dibuat beberapa pemisalan mengenai fungsi konsumsi, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah, ekspor, impor dan pajak
b. Kombinsai yang tepat guna memperanghui keseimbangan agregat
Kalau keseimbangan intern dan ekstern tidak datang dengan sendirinya, ini berarti pemerintah dengan sadar berusaha mencapainya. Masalah utama bagaimana merumuskan dan melaksanakan kebijaksanaan yang tepatuntuk membawa perekonomian keposisi keseimbangan intern dan ekstern yakni harus mengkombinasikan antara kelompok kebijaksanaan yang mempunyai efek menaikan ( atau menurunkan ) tingkat pengeluaran dengan kelompok yang mempunyai mempunyai efek mengubah komposisi dari mengeluaran tersebut. Khususnya komposisi mengenai berapa yang akan dibelanjakan untuk membeli barang-barang yang diperdagangkan dipasar dunia (impor dan ekspor) dan berapa untuk membeli barang-barang yang tidak diperdagangkan ( barang dalam negeri ). Kelompok kebijaksanaan yang pertama disebut dengan expenditure increasing/reducing policies, sedangkan yang kedua expenditure switching policies.
C. KURS
a. Pengertian Kurs
Nilai Tukar Mata Uang yang lainnya disebut Kurs, Menurut Paul R Krugman dan Maurice adalah Harga sebuah Mata Uang dari suatu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya. Menurut Nopirin Kurs adalah Pertukaran antara dua Mata Uang yang berbeda, maka akan mendapat perbandingan nilai/harga antara kedua Mata Uang tersebut.
b. Kurs Nominal dan Riil
Pada ekonomi membedakan kurs menjadi dua: kurs nominal dan kurs Riil. Kita akan bahas kedua jenis kurs ini dan bagaimana keduanya saling terkait.
Kurs Nominal Kurs nominal (nominal exchange rate) adalah harga relatif dari mata uang dua negara.Sebagai contoh,jika kurs antara dolar AS dan yen Jepang adalah 120 yen per dolar,maka anda bisa menukar 1 dolar untuk 120 yen dipasar uang.
Kurs Rill Kurs rill ( real exchange rate) adalah harga relatif dari barang-barang di antara dua negara.Kurs rill menyatakan tingkat dimana kita bisa memperdagangkan barang-barangdari suatu negara untuk barang-barang dari negara lain.
c. Faktor-faktor Penentuan Kurs Rill
Sekarang kita memiliki seluruh komponen yang dibutuhkan untuk membangun model yang menjelaskan faktor –faktor apakah yang menentukan kurs rill.seperti biasa,kita hubungkan antara ekspor neto dan kurs rill yang baru saja kita bahas dengan model neraca perdagangan yang kita kembangkan sebelumnya .
Kurs rill terkait dengan ekspor neto.Bila kurs rill lebih rendah,barang-barang domestik relatif lebih murah dibandingkan barang-barang luar negeri,dan ekspor neto lebih besar.
Neraca perdagangan (ekspor neto) harus sam dengan arus modal keluar neto,yang sama dengan tabungan dikurangi investasi .Tabungan dipengaruhi oleh fungsi konsumsi dan kebijakan fiskal : sementara investasi dipengaruhi oleh fungsi investasi dan tingkat bunga dunia.
d. Kebijakan Fiskal Luar Negeri
Apah yang terjadi dengan kurs rill jika pemerintah asing meningkatan belanja pemerintah atau memotong pajak? Perubahan kebijakan fiskal ini akan mengurangi tabungan dunia dan menaikan tingkat bunga dunia .Kenaikan tingkat bunga dunia.Kenaikan tingkat bunga dunia akan mengurangi investasi domestik I ,yang meningkatkan S – I dan NX ,sehingga menyebabkan surplus perdaganga
e. Pergeseran dalam Permintaan Investasi
Apa yang terjadi dengan kurs rill jika permintaan investasi didalam negreri meningkat,barangkali karena kongres menyetujui keringanan pajak investasi? Pada tingkat bunga dunia tertentu,kenaikan permintan investasi mendorong investasi yang lebih tinggi lagi.
f. Dampak Kebijakan Perdagangan
Kebijakan perdagangan , yang didefinisikan secara luas,adalah kebijakan yang dirancang untuk mempengaruhi secara langsung jumlah barang dan jasa yang diekspor atau impor.Biasanya kebijakan perdagangan berbentuk melindungi industri domestik dari pesaing asing baik dengan menerapkan pajak impor (tarif) atau membatasi jumlah barang dan jasa yang diimpor (kuota).
Analisis ini menunjukan bahwa kebijakan perdagangan proteksionis tidak mempengaruhi neraca perdagangan .Kesimpulan yang mengejutkan ini sering terlewatkan dalam perdebatan tentang kebijakan perdagangan.Karena defisit perdagangan mencerminkan kelebihan impor atas ekspor,maka orang bisa menyatakan bahwa mengurangi impor seperti melarang impor mobil akan mengurangi defisit perdagangan .
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam bab ini kita telah melihat bagaimana perekonomian terbuka yang kecil bekerja.Kita telah mengkaji faktor-faktor penentu arus dana internasional untuk dana akumulasi modal dan arus barang serta jasa internasional .
Perekonomian yang kita pelajari adalah “kecil” dalam arti bahwa tingkat bunga ditetapkan oleh pasar uang dunia.yaitu kita telah mengasumsikan bahwa perekonomian ini tidak mempengaruhi tingkat bunga dunia,dan bahwa perekonomian bisa meminjam serta memberi pinjaman pada tingkat bunga dunia dalam jumlah yang tidak terbatas.
Ikhtisar
1. Ekspor netto adalah selisih antara ekspor dan impor .Ekspor netto sama dengan selisih antara apa yang kita produksi dan apa yang kita inginkan untuk konsumsi,investasi ,dan belanja pemerintah.
2. Arus modal keluar netto adalah kelebihan dari tabungan domestik atas investasi domestik Neraca perdagangan adalah jumlah yang diterima untuk ekspor neto barang dan jasa.
3. Dampak dari setiap kebijakan terhadap tabungan dan investasi .Kebijakan yang meningkatkan tabungan atau menurunkan investasi menyebabkan surplus perdagangan.
4. Kurs nominal adalah tingkat dimana orang-orang memperdagangkan mata uang suatu negara untuk mata uang negara lain.kurs rill adalah tingkat di mana orang-orang memperdagangkan barang-barang yang diproduksi oleh dua negara
DAFTAR PUSTAKA
Mankiw, gregory. 2006. Ekonomi terbuka. Jakarta: Erlangga.
Sukirno, sadono. 2009. Pengantar Teori makroekonomi. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Boediono, Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta
google
MAKALAH MANAJEMEN DAN MANAJER
MANAJEMEN DAN MANAJER
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Pengantar Manajemen
Dosen Pengajar: Abdul Hafid Burhami, S.E.,M.M.
Oleh:
Agus salim
Andi Chaidir Abu Bakar
PROGRAM STUDI MAJEMEN KEUNGAN
SEKOLAH TINGI ILMU NANAJEMEN YAPIM MAROS
2013/2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................
BAB I PENDAHULUAN.....................................................
A. Latar Belakang Masalah.......................................
B. Rumusan Masalah.................................................
C. Tujuan Penulisan Makalah....................................
D. Manfaat Penulisan Makalah..................................
BAB II PEMBAHASAN...................................................
A. Landasan Teori.......................................................
B. Pembahasan.........................................................
BAB III PENUTUP..........................................................
A. Kesimpulan........................................................
B. Saran.................................................................
DAFTAR PUSTAKA........................................................
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan pengerjaan makalah yang berjudul ” Manajemen dan Manajer ”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas ilmu manajemen.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Kami sebagai penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Maros, 8 jumaidil akhir 1434 H
20 Maret 2013 M
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manajemen merupakan suatu hal yang mungkin tiap hari kita dengar dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam ruang lingkup organisasi, yang menjadi pertanyaanya kemudian apakah yang dimaksud dengan manajemen itu, apa sih fungsi dari manajemen, mengapa kita perlu mengetahui manajemen itu dan masih banyak lg pertanyaan-pertanyaan yang kan timbul jika kita berbicara tentang manajemen.
Dalam hal manajemen ternyata banyak sekali hal penting yang terdapat dilamanya, oleh karena itu kita mesti mengkaji lebih dalam lagi pengertian dari manajemen itu. Di dalam makalah ini kita akan membahas tentang manajem dan manajer sebagi bahan referensi untuk prospek kedepanya nanti di dalam dunia kerja.
1
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka kami merumuskan;
1. Bagaimanakah tingkatan manajemen?
2. Apakah yang dimaksud dengan manajer-manajer fungsional dan umum?
3. Bagaimanakah fungsi-fungsi yang dilakasanakan oleh manajer?
C. TUJUAN PENULISAN MAKALAH
Sejalan dengan rumusan masalah di atas maka, makalah ini disusun dengan tujuan;
1. Dapat mengetahui tingkatan manajemen.
2. mengetahui klasifikasi manajer?
3. mengetahui fungsi-fungsi yang dilaksanakan manajer?
D. MANFAAT PENULISAN MAKALAH
Makalah ini dibuat dengan tujuan agar kita sedikit banyaknya dapat mengtahui apa itu manajeman dan manajer sebagai bahan evaluasi dan sebagai bentuk refersensi yang akan kita implementasikan kedepanya di dunia kerja.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. LANDASAN TEORI
1. Defenisi manajemen
Berbicara tentang manajemen kita tidak akan lepas dari manusia karna semua manusia pasrinya membutuhkan ilmu manajemen. Yang menjadi pertnyaan awalnya kemudian adalah apakakah defenisi dari manajemen itu? sebenarnya itu menjawab pertanyaan ini sepertnya agak sulit karna ada banyak filosof yang mengemukakan teorinya tentang manajemen. Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Stoner lebih memengmukan defenisi yang lebih kompleks manajeman dalah proses perencanaan, pengorganisasian,pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi sumber daya-sumberdaya organisasi lainya intuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
2. pengertian manajer
Dari defenisi manajemen ditas maka dapat di ambil sebuah acuan untuk ,mendefenisikan manajer. Manajer adalah perencana, pengorganisasi, pemimpin (pengarah) dan pengawas. Dalam kenyataanya, manajer mengambil peranan yang lebih luas untuk menggerakan organisasi menuju sasaran-sasaran yang telah di tetapkan.
3
B. PEMBAHASAN
A. TINGKATAN MANAJEMEN
Tingkatan manajemen dalam oraganisasi akan membagi manajer menjadi tiga golongan;
1. manajer lini – pertama. Tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional, disebut manajemen lini.
2. manjer menengah. manajer menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan manajer lainnya dan juga dapat langsung mengawasi karyawan operasional.
3. manajer puncak. klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi.
Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan. Ada dua fungsi utama manajemen, yaitu manajemen administratif dan manajemen operatif. manajemen administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemuduian perncanaan, penyususunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan-kegiatan yang terkordinasi untuk mencapai tujuan. Sedangkan manajemen operatif lebih mencakaup memotivasi, dan komunikasi dengan karnyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasil yang efektif. PAHAM!!
4
B. MANAJER-MANAJER FUNGSIONAL DAN UMUM
Dengan asumsi ruang lingkup kegitan yang dikelola, para manajer dapat pula diklasifikasikan sebagi manajer fungsional dan manajer umum. Manajer fungsional mempunyai tanggung jawab hanya atas satu kegiatan organisasi, seperti produksi, pemesaran, keungan, kepegawaian (personalia) atau akuntansi.
Pada tingkatan yang lebih tinggi lagi, manajer umum mengatur, mengawasi, dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atu beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja.
C. FUNGSI-FUNGSI YANG DILAKSANAKAN MANAJER
Berbicara tentang fungsi dari seorang manajer sebenarnya tidak banyak asumsi yang dapat dijadikan sebuah bahan referensi untuk mengetahui fungsi-fungsi yang dilakasanakan manajer. Salah satu ahli ekonomi Henry Fayol menyatak bahwa fungsi-fungsi manajemn itu adalah perencanaan, pengorganisasian,pemberiabn perintah dan pengawasan adalah fungsi yang paling utama.
5
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas mengenai manajemen dan manajer maka dapat disimpulakan bahwa manajemen dan manajer itu saling bersingkronisasi satu sama lain. Karena tak dapat di pungkiri bahawa jika kita membasan manajemen maka kiata juga pasti akan membahas menegenai manajer. Nah sebagai Ending dari pembahasan ini maka kita dapat mengambil sebuah asumsi yang dapat di jadikan refesensi bersama untuk di jadikan bahan manivestasi di dunia kerja nantinya.
B. SARAN
Kita sebagai pemuda calon penerus bangsa harus memiliki jiwa kepemimpinan yang berkualitas untuk bersaing di dunia kerja yang semakin ketat ini. Oleh karna itu kita harus mempersiapkan diri kita dari sekarang, kiata harus memperluas jaringan, memperbayak refensi dan tentunya yang paling itama ada modal etika.
6
DAFTAR PUSTAKA
Arthur G. Bedeiaan, Organitations : theory and analysis, The Dryden
Press, Hinsdale, Illinois, 1980.
Charles H. Kepner & Benyamin B. Tregoe, manajer yang rasional! (II)
(terjemehan), Penerbit Erlangga – Jakarta, 1982.
Willian F. Glueck, Management, The Dryden Press, Hinsdale, Illinois,s
1977.
7
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
MEKANISME PASAR: PERMINTAAN DAN PENAWARAN
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Ekonomi Mikro
Dosen Pengajar: Nawir, S.E.,M.M.
Oleh:
Agus salim
Andi Chaidir Abu Bakar
Abd. Rais
PROGRAM STUDI MAJEMEN KEUNGAN
SEKOLAH TINGI ILMU NANAJEMEN YAPIM MAROS
2012/2013
NDAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan Makalah
D. Manfaat Penulisan Makalah
BAB II PEMBAHASAN
A. Landasan Teori
B. Pembahasan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan pengerjaan makalah yang berjudul ” mekanisme pasar: permintaan dan Pendidikan penawaran ”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas ilmu manajemen.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Kami sebagai penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Maros, 6 november 2012
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Masalah ekonomi sama tuanya dengan usia peradaban manusia. Tetapi ilmu ekonomi baru muncul di abad 18, melalu buku Adam Smith yang berjudul An Inquiri into the Nature and Causes of the wealth of Nations yang kemudian dikenal sebagai The Wealth of Nations (1776). Itulah sebabnya adam smith dihormati sebagai bapak ilmu ekonomi modern.
Smith memandang perekonomian sebagai sebuah sistem seperti halnya alam semesta. Sebagai sistem, perekonomian memiliki kemampuan penstabil otomatis untuk menjaga keseimbanganya.Pemikiran adam smith dikembangkan oleh jean baptiste say, thomas malthus, dan david ricardo terbetuklah pengertian tentang pasar. Pasar dalam arti ekonomi adalah permintaan dan penawaran
B. Rumusan masalah
1. Apakah pegertian mekanisme pasar?
2. Apakah pengertian permintaan?
3. Apakah pengertian penawaran?
C. Tujuan penulisan makalah
Sesuai dengan rumusan maslah diatas, makalah ini dapat disusun denga tujan untuk memahami:
1. Memahami mekanisme pasar
2. Memehami pengertian permintaan
3. Memahami pengertian penawarann
BAB II
PEMBAHASAN
A. Landasan teori
Jumat, 17 Mei 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
