Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Rabu, 26 Juni 2013

MAKALAH PROSES COSTING

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PEROSES (PROCESS COSTING) MAKALAH Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Akuntasi Biaya Oleh: Agus salim Nursam Marlia Rahmawati Nur asia PROGRAM STUDI MAJEMEN KEUNGAN SEKOLAH TINGI ILMU NANAJEMEN YAPIM MAROS 2013/2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................................................... BAB I PENDAHULUAN..................................................... A. Latar Belakang Masalah....................................... B. Rumusan Masalah................................................. C. Tujuan Penulisan Makalah.................................... D. Manfaat Penulisan Makalah.................................. BAB II PEMBAHASAN................................................... A. Landasan Teori....................................................... B. Pembahasan......................................................... BAB III PENUTUP.......................................................... A. Kesimpulan........................................................ B. Saran................................................................. DAFTAR PUSTAKA........................................................   KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan pengerjaan makalah yang berjudul ” Process Costing ”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas ilmu manajemen. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kami sebagai penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Maros, 29 jumaidil awal 1434 H 10 april 2013 M BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam ilmu manajemen khusnya pada konteks akuntasi biaya terkhusus lagi pada sistem perhitungan biaya berdasarkan proses yang sangat dibutuhkan dalam konsep perusahaan. Tapi, yang menjadi pertanyaanya kemudian bagaimanakh subtansi dari process costing tersebut. Hal ini memeng agak sulit untuk kita pahami karena process costing ini memerlukan banyak referensi dan juga wawasan yang luas dan pengalaman yang cukup banyak ituk kkemudian di implementasikan. Oleh karena itulah masalh tersebut akan di bahas didalam makalah ini. B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas maka dapat kami rumuskan: 1. Apa yang di maksud dengan process costing? C. TUJUAN PENULISAN MAKALAH Sehubungan dengan rumusan masalah di atas maka, makalah ini disusun dengan tujuan; 1. Mampu memahami process costing. D. MANFAAT PENULISAN MAKALAH Manfaat dari penulisan makalah ini sangat jelas sebagai bahan refesensi yang akan di jadikan sebuah acuan untuk mengetaui secara mendalam tentang process costing. Dan masih banyak lagi manfaat yang akan kita dapat setalah kita membahas materi ini. 1 BAB II PEMBAHASAN A. LANDASAN TEORI Proses costing merupakan metode akuntansi yang menelusuri dan terakumulasi biaya langsung, dan mengalokasikan biaya tidak langsung dari proses manufaktur. Biaya ditugaskan untuk produk, biasanya dalam batch besar, yang mungkin mencakup produksi sebulan itu. Akhirnya, biaya harus dialokasikan untuk unit individu produk. Ini memberikan biaya rata-rata untuk masing-masing unit, dan merupakan kebalikan dari ekstrim Job costing yang mencoba untuk mengukur biaya individu produksi masing-masing unit. Proses costing biasanya bab signifikan. Proses penetapan biaya adalah jenis operasi biaya yang digunakan untuk memastikan biaya produk pada setiap proses atau tahap pembuatan. CIMA mendefinisikan proses costing sebagai "Metode biaya diterapkan di mana barang atau jasa hasil dari urutan operasi atau proses yang terus menerus atau berulang-ulang. Biaya dirata-ratakan atas unit yang diproduksi selama periode". Proses costing cocok untuk industri yang memproduksi produk homogen dan di mana produksi aliran kontinu. Sebuah proses dapat disebut sebagai sub-unit organisasi khusus yang ditetapkan untuk biaya pengumpulan tujuan. B. PEMBAHASAN 1. Akumulasi Biaya Prosees Tujuan penting dari sistem perhitungan biaya manapun adalah untuk menentukan biaya dari barang tau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sistem perhitungan biaya sebaiknya ekonomis untuk dioperasikan dan membebenkan sejumlah biaya kesetiap produk sedemikian rupa sehingga merefleksikan biaya dari sumber daya yang digunakan untuk memproduksi produk tersebut. 2 Karena setiap peruhahaan memiliki tiap perbedaan dalam hal teknologi manufaktur, pengelolaan sistem produksi dan bauran produk, maka bisa diperkirakan bahwa sistem perhitungan biayanya juga kan berbeda. Sistem perhitungan biaya sebaiknya disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, produk dipertanggungjawabkan dalam batch. Setiap batch diperlakukan sebagai pesanan yang terpisah, dan pesannan tersebut merupakan objek biayanya. Ketika pesanan selesai, biaya perunit dari produk ditentukan dengan membagi total biaya yang dibebenkan ke kartu biaya pesanan dengan jumlah unit yang di produksi untuk pesanan tersebut. Ketika produk yang diproduksi selama periode akuntansi dalam suatu pusat biaya membutuhkan kuantitas dan sumber daya yang berbeda-beda, perhitungan biaya berdasarkan pesanan merupakan pilihan logis karena biaya untuk memproduksi produk yang berbeda-beda tidaklah sama. Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan proses, bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya. 2. Perhitungan Biaya per Departemen Dalam perusahhan manufaktur, produksi dapat terjadi di beberapa departemen. Dalam konteks ini setiap departemen dibebenkan melelukan suatu proses kegiatan. Jika kegitan sudah selesai maka akan ditranfer kepada departemen lain untuk kemudian di proses lebih ajut dan begitu terus samapai brang atau jasa sudah siap dipasarkan. Contoh: Strathmore, Inc. adalah perusahaan yang memproduksi mainan edukatif memiliki tiga departemen yaitu departemen pembentukan, dimanaplastik dipotong menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan; departemen perakitan d imanaplastik dirakit dan bahan pelengkap seperti alat pengunci ditambahkan. Mainan yang sudah jadi dikirim kedepartemen pengemasan, dimana mainan dimasukkan kedalam kotak. 3. Aliran Produksi Secara Fisik 3 Suatu produk dapat berpindah di pabrik dengan berbagai cara. Tiga bentuk aliran produksi fisik yang berhubungan dengan perhitungan biaya berdasarkan proses dalah berurutan, pararel, dan selektif. Ketiganya dijelskan di sini untuk mengilustrasikan bahwa perhitungan biaya berdasarkan proses dapat diterapkan ke semua pola aliran produk. Aliran berurutan (sequential Product Flow). Dalam aliran produk berurutan, setiap produk diproses dalam urutan langkah-langkah yang sama. Dalam suatu perusahaan dengan tiga departemen, pemotongan, perakitan, dan pengepakan, aliran tersebut dapat di ilustrasikan. oleh gambar 1-1. Barang dalam proses departemen pemotongan barang dalam proses departemen perakitan bahan baku barang dalam proses tenega kerja depertemen pengepakan overhead tenaga kerja pabrik over head pabrik bahan baku tenaga kerja barang jadi over head pabrik Gambar 1-1 Aliran produk berurutan Aliran produk pararel (paraller product plow). Dalam aliran produk pararel, bagian tertentu dari pekrjaan dilakukan secara simultan dan kemudian di satukan pada proses-prose final untuk diselesaikan dan di transfer ke barang jadi. Akun-akun yang ditunjukan oleh gambar 1-2 mengilustrasikan aliran pararel untuk suatu proses produksi di mana bahan baku di tambahkan di beberapa departemen berikitnya. 4 barang dalam proses departemen pemotongan barang dalam proses bahan baku departemen pengamplasan tenaga kerja barang dalam proses over head departemen perakitan pabrik tenaga kerja over head pabrik barang dalam bahan baku tenaga proses kerja over head pengcatan pabrik bahan baku tenaga kerja over head pabrik barang dalam proses barang dalam proses departemen peleburan departemen percetakan barang jadi bahan baku tenaga kerja tenaga kerja over head pabrik over head pabrik Gambar 1-2 aliran produk pararel Aliran produk selektif (selective froduct flow). Dalam aliran produk selektif, produk berpindah kedepartemn-depertemn berbeda dallam satu pabrik, tergantung produk final yang akan dihasilkan. lihat gambar 1-3 5 Barang dalam proese Departemen penjagaan Barang dalam proses Bahan baku departemen pengepakan Tenaga kerja Overhead pabrik Barang dalam proses Barang jadi Departemen peleburan Bahan baku Tenaga kerja Overhead Pabrik Tenaga kerja overhead pabrik barang dalam proses departemen penggilingan tenaga kerja overhead pabrik Gambar 1-3 aliran produk selektif 4. Laporan Biaya Produksi Dalam perhitungan biayaberdasarkan proses, semua biaya dapat dibebankan kedepartemen diiktisarkan dalam laporan biaya produksi departemen. Laporan biaya produksi adalah kertas kerja yang menempilkan juamlah biaya yang diakumulasikan dan dibebankan ke produksi selama satu bulan atau periode lain. Laporan tersebut juga merupakn sumber informasi untuk menyiapkan jurnal iktisar untuk mencatat biaya unit yang ditransfer dari satu departeman produksi ke departemen produksi lain dan akhirnya kepersedian barang jadi. 6 Laporan biaya produksi intuk satu departemen dapat memiliki banyak bentuk format, tetapi sebaiknya laporan tersebut menunjukkan (1) biaya total dan biaya per unit dari pekerjaan yang diterima dari suatu atau beberapa depertemen lain; (2) biaya total dan biaya per unit dari bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik yang ditambahkan oleh departeman tersebut; (3) biaya dari persedian barang dalam proses awal dan akhir; dan(4) biaya yang di transfer ke departemen berikutnya atau ke persedian barang jadi. Menentukan biaya unit yagditransfer keluar dari suatau departwmwn dan biaya yang masih tersisia dalam bentuk persedian akhir pada dasarnya suatu peroses alokasi. Karena biaya dapat berubah dengan berlalunya waktu, maka perlu digunakan suatu asumsi aliran biaya. Asumsi aliran dana yang paling umum digunakan untuk persedian barang dalam proses adalah perhitungan biaya rata-rata tertimbang akan digunakan di sini untuk keperluan ilustrasi. Misalnya, jika tiga unit produk di persedian akhir masing-masing memiliki sepertiga bahan baku yang diperlukan oleh ketiga unit tersebut akan sama dengan jumlah bahan baku yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit produk. 5. Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses dengan Asumsi Aliran Biaya FIFO Pengertian Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir. 7 Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca. Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan. Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu. Sejarah Metode FIFO (First In First Out) pertama kali dikenal dalam akuntansi keuangan sebagai salah satu metode dalam penilaian persediaan barang. Harga yang digunakan sebagai dasar dalam menilai persediaan barang dapat memakai harga lama atau harga baru. Pada metode FIFO, persediaan barang yang dikeluarkan untuk produksi atau dijual, nilainya didasarkan pada harga menurut urutan yang pertama masuk. Jadi, untuk penilaian pada persediaan barang yang tersisa, berarti harganya didasarkan pada harga baru atau harga urutan yang terakhir. Memisahkan unit dalam persediaan awal dari unit yang diproduksi dalam periode saat ini. Diasumsikan bahwa unit dari persediaan awal diselesaikan dulu, dan ditransfer keluar bersama dengan semua biaya periode sebelumnya ditambah biaya periode saat ini 8 Unit ekuivalen produksi Unit ekuivalen untuk melengkapi persediaan awal* + unit yang masuk dan diselesaikan selama periode tertentu+ unit ekuivalen persediaan akhir barang dalam proses = *Unit ekuivalen untuk menyelesaikan persediaan awal Jumlah unit dalam persediaan awal =X 100% -% penyelesaian persediaan awal Dari contoh data perusahaan Double Diamond Skis yang memproduksi sepatu ski melalui Departemen Pemotongan dan Penggilingan, maka perhitungan unit ekuivalen masing-masing departemen berdasarkan metode FIFO adalah sebagai berikut: * 5.000 unit dimulai-400 unit BDP =4.600 unit yang dimulai dan diselesaikan.Bahan Konversi Barang dalam proses, 1 Mei: 200 unit x (100% -55%) 200 unit x (100% -30%) 90 140 Unit yang masuk dan diselesaikan selama Mei 4.600* 4.600* Barang dalam Proses, 31 Mei: 400 unit x 40% 400 unit x 25% 160 100 Unit Ekuivalen produksi 4.850 4.840 9 Perspektif Visual Unit Ekuivalen Produksi Departemen Pemotongan dan Penggilingan Biaya Konversi (Metode FIFO) Persediaan Awal BDP 5.000 unit masuk Persediaan Akhir BDP 200 unit 30% penyelesaian 4.600 unit masuk dan diselesaikan 400 unit 25% penyelesaian Barang dalam Proses awal: 200 unit x (100% -30%) 140 Unit selesai dan dikirimkan4.600 Persediaan Akhir BDP 400 x25%100 Unit ekuivalen produksi4.840 10 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas maka kami dapat menyimpulkan bahwa peranan teori process costing sangat penting dibutuhkan dalam sebuah perusahhan karna dengan mampu memahi teori ini maka kita akan mampu untuk menjalankan perusahhan dengan baik dan tentu biaya dapat kita atur seirit mungkin. B. SARAN Setelah membaca makalah ini penulis mengharapkan kepada para pembaca agar sekiranya bisa memahimi materi ini sedikit banyaknya. Saran kami perbanyalah refensi guna untuk memahami materi ini lkarna sesungguh referensi yang banyak kita akan lebih mudah untuk memahami materi ini. 11 DAFTAR PUSTAKA Arnold, M.J. and K.E Reynold, 2003, Hedonic Shopping Motivations, Journal of Retailing, Vol 79, pp 75-79. Baridwan, Zaki. Intermediate Accounting, edisi 5. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 1989. Business Week Magazine, 13 September 2006, Hal 42-43. Carter dan Usry, Akuntansi Biaya, Buku 1 Edisi 13, Thompson Learning Asia dan Salemba Empat, Jakarta. Craig Lees, M.,S. Joy and B. Browne, 1995, Consumer Behaviuor, Jhon Willey & Son, Brisbane. Damodaran, Aswath, Corporate Finance, Theory and Practice, Jhon willey and Sons, Inc, 1997. David, Fred R., 2005, Strategic Management, Concept & Cases, 10th edition, Prentice Hall, New Jersey. Djojosoedarso, S., Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko, 2004, Salemba Empat, Jakarta. Harrington dan Niehaus, Risk Management & Insurances, second edition, 2004. Indrajit, Richardus Eko. 2004. Kajian Strategis Cost Benefit Teknologi Informasi. Penerbit Andi, Yogyakarta. Janita, Dewi Ike. 2005. Integrasi Teknologi Informasi dengan 12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar